Senin, 15 Juni 2015

Cita Cita Ekonomi Merdeka

Sudah 68 tahun bangsa Indonesia merdeka. Apakah tujuan dan cita-cita kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan yang menebus kemerdekaan dengan keringat, air mata, darah, dan bahkan jiwa raganya sudah tercapai? 

 Apakah kita masih dalam jalur dalam meniti cita-cita perjuangan mereka? Ataukah kita telah tega mengkhianati perjuangan dan cita-cita perjuangan mereka dengan menyelewengkan amanat dan kepercayaan yang diberikan? Peringatan hari kemerdekaan Indonesia sudah selayaknya dirayakan dengan sukacita.

Rakyat Indonesia sudah terbiasa mengisinya dengan berbagai perlombaan dan hiburan serta pesta rakyat yang mengundang kegembiraan dan keceriaan, karena kemerdekaan itu memang merupakan anugerah yang luar biasa dari Allah SWT untuk bangsa Indonesia. Namun, tidak demikian halnya dengan para pejabat dan penyelenggara negara. 
            Apa sebenarnya tujuan dan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia? Jika kita buka Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, pada bagian Pembukaan alinea IV disebutkan bahwa tujuan kemerdekaan dan dibentuknya Negara Republik Indonesia ada empat, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. 
            Bung Hatta pernah berkata, “dalam suatu Indonesia Merdeka yang dituju, yang alamnya kaya dan tanahnya subur, semestinya tidak ada kemiskinan. Bagi Bung Hatta, Indonesia Merdeka tak ada gunanya jika mayoritas rakyatnya tetap hidup melarat. “Kemerdekaan nasional tidak ada artinya, apabila pemerintahannya hanya duduk sebagai biduanda dari kapital asing,” kata Bung Hatta. (Pidato Bung Hatta di New York, AS, tahun 1960)
            Karena itu, para pendiri bangsa, termasuk Bung Karno dan Bung Hatta, kemudian merumuskan apa yang disebut “Cita-Cita Perekonomian”. Ada dua garis besar cita-cita perekonomian kita. Pertama, melikuidasi sisa-sisa ekonomi kolonial dan feodalistik. Kedua, memperjuangkan terwujudnya masyarakat adil dan makmur.


Sumber : http://srisukmawati97.blogspot.com/2015/04/cita-cita-ekonomi-merdeka.html

Era Pendudukan Jepang

Masa pendudukan Jepang di Indonesia dimulai pada tahun 1942 dan berakhir pada tanggal 17 Agustus 1945 seiring dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno dan M.Hatta atas nama bangsa Indonesia . pada Mei 1940,awal perang dunia II , Belanda di duduki oleh NAZI Jerman .

Hindia-Belanda mengumumkan keadaan siaga dan di juli mengalihkan ekspor untuk Jepang ke Amerika Serikat dan Britania . Negoisasi dengan Jepang yg bertujuan untuk mengamankan persediaan bahan bakar pesawat gagal di juni 1941 , dan Jepang memulai penaklukan Asia Tenggara di bulan Desember tahun itu . di bulan yg sama , faksi dari Sumatra menerima bantuan Jepang untuk mengadakan Revolusi tawaran Jepang untuk mengadakan kampanye publik dan membentuk pemerintahan yg juga yg dapat memberikan jawaban untuk kebutuhan meliter Jepang .

Kamis, 11 Juni 2015

Sistem Ekonomi Kapitalis Liberal

Sistem Ekonomi Liberal Kapitalis adalah : Sistem ekonomi yg aset-aset produktif dan faktor produksinya sebagian besar dimiliki oleh sektor individu/swasta .
Sementara tujuan kegiatan produksi adalah menjual untuk memperoleh laba .
Sistem perekonomian/tata ekonomi liberal kapitalis merupakan
sistem perekonomian yang memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, menjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya .
Dalam perekonomian liberal kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar- besarnya dan bebas melakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas.

Ciri-ciriperekonomian liberal kapitalis adalah :


a.    Masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi.


b.    Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi.


c.     Masyarakat terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan pemilik sumber daya produksi dan masyarakat pekerja (buruh).


d.    Timbul persaingan dalam masyarakat, terutama dalam mencari keuntungan.


e.    Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar.


f.     Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonom.
  

g.    Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi