BAB
II
Pelayanan
Keuangan
2.1.Analisa
Pelayanan Keuangan yang dilaksanakan
2.1.1.
Faktor – faktor
penting dalam pelayanan keuangan di KJK PEMK Pondok Labu dapat digambarkan
melalui kekuatan – kekuatan dan kesempatan – kesempatan berikut ini :
a.
Lokasi kantor
berada di tempat yang strategis
b.
Pengurus dan
manajemen memiliki komitmen yang kuat untuk membangun dan menjaga kelangsungan
kelembagaan
c.
Hubungan yang
baik antara pengurus dan pengelolaan / manajemen
d.
Memiliki anggota
dan calon anggota yang loyal dan ikut serta dalam mendorong kemajuan KJK PEMK
Pondok Labu
e.
Mendapatkan
kepercayaan dari anggota, masyarakat, dan lembaga lainnya
f.
KJK PEMK Pondok
Labu merupakan lembaga otonom dan dapat melaksanakan semua program keuangan
mikro
g.
Pengurus dan
pengelola dapat menterjemahkan visi dan misi lembaga dengan baik dan dapat
memahami sejarah keberadaan bangsa
h.
Mampu
melaksanakan pelayanan pembiayaan mikro
i.
Mampu
melaksanakan ekspansi pembiayaaan dan pengembangan usaha dari waktu ke waktu
2.1.2.
Faktor yang
merupakan titik lemah lembaga ini dalam upaya peningkatan kapasitasnya adalah :
a.
SDM KJK PEMK
Pondok Labu masih harus ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya
b.
Sarana dan
prasarana operasional masih perlu dilengkapi seperti : sarana kantor kurang
representative sebagai lembaga keuangan, fasilitas kendaraan operasional dan
komputer belum memadai jumlah
modal lembaga yang perlu harus selalu ditotal
2.1.1.
Analisa SWOT
Koperasi PEMK Kelurahan Pondok Labu
Faktor
Internal
|
|
Kekuatan
|
Kelemahan
|
1.
Lokasi
kantor sangat strategis.
2.
Pengurus
dan Pengelola mempunyai komitmen yag tinggi untuk membangun koperasi
3.
Nasabah
yang loyalitasnya tinggi
|
1.
Keterampilan
SDM masih rendah
2.
Jumlah
pengelola tidak sebanding dengan luar wilayah kerja.
|
Faktor
Eksternal
|
|
Peluang
|
Ancaman
|
1.
Potensi
calon anggota pedagang pasar sangat terbuka
2.
Potensi
calon anggota pengusaha mikro dan kecil
3.
Potensi
pembiayaan bagi calon industri kecil
|
1.
Banyaknya
rentenir
2.
Banyaknya
bank keliling
3.
Keunggulan
pesaing seperti Swamitra Bukopin, Danamon, Simpan Pinjam
|
2.2.
Jenis
Pelayanan Keuangan dan Jasa
2.2.1.
Pelayanan
Penyaluran Dana
Pelayanan Pinjaman Kelompok
|
Pelayanan Pinjaman Individu
|
Penyaluran
dana dengan metode kelompok dan bagi hasil
|
Pembiayaan
dengan metode bagi hasil
|
Tanpa
agunan/jaminan.
|
Tanpa
agunan/jaminan.
|
Nominal
pembiayaan antara Rp 5.000.000 s.d Rp 25.000.000
|
Nominal
penyaluran Rp 1.000.000 s.d Rp 5.000.000
|
Jumlah
peminjam yang terlayani 430
|
Jumlah
peminjam yang terlayani 450 anggota / tahun
|
Terdiri
atas 86 kelompok.
|
Sasaran
pembiayaan pelaku usaha kecil dan mikro.
|
Anggota
merupakan pelaku usaha mikro, dan kecil.
|
Maksimal
jangka waktu kredit 12 bulan
|
Jangka
waktu peminjaman antara 6 s.d 12 bulan.
|
Angsuran
harian dan bulanan
|
Jasa
pinjaman equivalen sama dengan 18 – 24 % per tahun
|
Jasa
pinjaman antara 1,5 – 2 % perbulan
|
1.2.1. Pelayanan
Penghimpunan Dana
Produk
tabungan masih belum menjadi produk utama. Kondisi ini disebabkan karena
terbatasnya tenaga lapangan yang ada dan belum tersedianya standar operasional
prosedur produk tersebut. Namun demikian, pada tahun 2011 produk tabungan akan
menjadi salah satu produk dengan perhatian yang sama dengan produk pembiayaan.
1.2.2. Tabel
Produk dan Jasa KJK PEMK Pondok Labu
|
Jenis
Produk / Jasa
|
Pembiayaan
kelompok dan perorangan
|
|
Tujuan
|
Pelayanan
modal usaha untuk segmen usaha mikro
|
|
Ciri
– ciri produk / jasa ( Fitur )
|
Ø Jumlah
modal antara Rp. 500.000,- s.d. Rp. 2.000.000,-
Ø Harus
berkelompok
Ø Jangka
waktu pinjaman 12 bulan
Ø System
pembayaran mingguan / bulanan
|
|
Penetapan
harga ( Pricing )
|
Bagi
hasil 20 % per tahun dan Biaya Administrasi Rp. 10.000,-
|
|
Cara
/ mekanisme pemanfaatan
|
Anggota
membentuk kelompok, mengikuti LWK pengajuan, pertemuan mingguan, pencairan
dana, dan angsuran
|
|
Uji
coba ( Pilot Project )
|
Segmen
perdagangan dan kaum perempuan
|
|
Wilayah
operasional
|
Seluruh
RW
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar